VIVAnews - Prancis dan Jerman
geram setelah membaca pemberitaan
yang diturunkan oleh majalah Der
Spiegel hari Sabtu kemarin. Dalam
berita itu pemerintah AS disebut-
sebut telah menyadap kantor Uni
Eropa (UE), baik di markas besarnya
di Brussels maupun di kantor
perwakilan diplomatiknya di
Washington DC.
Laporan Der Spiegel itu bersumber
dari informasi yang disampaikan
mantan staf Badan Keamanan
Nasional Amerika Serikat (NSA),
Edward J. Snowden. Dia kini diburu
pihak keamanan AS di luar negeri
setelah didakwa membocorkan
rahasia negara.
Stasiun berita BBC, Minggu 30 Juni
2013 melansir informasi dari harian
Inggris, The Guardian, yang
menyebut bahwa target penyadapan
AS juga meliputi gedung Kedutaan
Besar Perancis, Italia dan Yunani di
Negeri Paman Sam. Bahkan negara
sekutu AS termasuk Jepang, Meksiko,
Korea Selatan, India dan Turki tak
luput menjadi target penyadapan.
Dokumen tersebut ikut menyebut
bahwa UE sudah lama dijadikan
target oleh agen mata-mata AS.
Menurut dokumen NSA yang
diperoleh dari Der Spiegel, cara kerja
agen mata-mata AS yaitu dengan
menyadap jaringan komputer
internal di Washington dan 27
negara anggota lainnya di New York.
Tidak diketahui dengan jelas
informasi apa yang berhasil
diperoleh AS melalui aksi
spionasenya tersebut. Namun
informasi detail soal posisi Eropa di
bidang perdagangan dan militer
dapat dijadikan senjata yang ampuh
untuk proses negosiasi antara
pemerintah AS dengan Eropa.
Tak pelak pemberitaan mengenai
aksi penyadapan AS ini membuat
marah beberapa pejabat tinggi di
negara Eropa. Pada Minggu kemarin,
Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent
Fabius, mengatakan apabila
pemberitaan di majalah Der Spiegel
terbukti benar, maka hal itu tidak
dapat ditoleransi.
Sementara Menteri Kehakiman
Jerman, Sabine Leutheusser-
Schnarrenberger, menuduh aksi AS
itu kembali mengingatkan pada
peristiwa perang dingin dulu.
"Apabila laporan media akurat, maka
cara mereka mengingatkan kami
pada cara yang digunakan oleh
musuh selama perang dingin
kemarin berlangsung," ujar
Schnarrenberger.
Schnarrenberger bahkan tak habis
pikir mengapa AS sampai harus
melakukan penyadapan ke kantor UE
dan beberapa gedung Kedubes di
AS.
"Ini merupakan sesuatu yang sangat
sulit kami pahami. Mengapa kawan
kami di AS melihat negara-negara di
Eropa sebagai musuh," kata
Schnarrenberger.
Dia khawatir aksi spionase yang
dilancarkan AS akan membawa
pengaruh buruk bagi hubungan erat
yang selama ini terjalin antara AS
dengan UE. BBC juga menyebut ada
klaim serupa yang dilaporkan oleh
Kementerian di Brussel, Belgia yang
mengatakan sistem telekomunikasi
telepon dan internetnya ikut disadap
oleh agen rahasia AS.
Komisi UE kemudian meminta
Washington untuk menginvestigasi
laporan Der Spiegel. Washington
mengaku kini tengah menyelidiki
laporan media tersebut.
"Kami sudah melakukan kontak
dengan pemerintah AS di
Washington DC dan Brussel. Selain
itu kami juga sudah mengkonfrontir
mereka dengan berita yang ditulis di
media," ujar Komisi UE dalam
pernyataan tertulisnya.
Pemerintah AS, disebut Komisi UE,
akan kembali memberikan informasi
terbaru soal investigasi itu, setelah
menyelesaikan pemeriksaan soal
keakuratan berita yang dimuat Der
Spiegel.
Keberadaan Snowden
Sementara di tempat yang berbeda,
Snowden dilaporkan hingga kini
masih berada di zona transit
Bandara Internasonal Sheremetevo,
kota Moskow. Dia tiba di Rusia hari
Minggu kemarin setelah kabur dari
Hong Kong.
Pada Sabtu kemarin Wakil Presiden
AS, Joe Bidden dan Presiden
Ekuador, Rafael Correa, diketahui
melakukan pembicaraan melalui
telepon terkait isu suaka yang
diajukan Snowden.
Hasilnya Correa mengatakan kepada
Kantor Berita Reuters pada Minggu
kemarin bahwa nasib Snowden kini
bergantung di tangan pemerintah
Rusia. Ekuador tidak dapat
memproses pengajuan suaka
Snowden sebelum dia menjejakkan
kaki di negaranya.
"Itu terserah kepada Pemerintah
Rusia apakah dia dapat
meninggalkan bandara Moskow dan
menuju Kedubes Ekuador di sana,"
ujar Correa.
Snowden akan tetap diperlakukan
sebagai warga negara lainnya walau
dia tak lagi memegang paspor yang
berlaku.
"Kami memahami bahwa ini
merupakan sebuah situasi yang
khusus," kata Correa.
Senin, 01 Juli 2013
0 As Dikabarkan Sadap Kantor Uni Eropa,German Dan Prancis Geram
MWHS™. Diberdayakan oleh Blogger.
[ Pengikut ]
[ Recent Comments ]
Mengenai Saya
[ Categories ]
- Bola (1)
- Dalam Negri (3)
- Internasional (3)
- JKT48 (3)
- Seputar Fatin Syidqia Lubis (1)
- Seputar Persib (7)
- Seputar Pramuka (1)
- Tentang Android (4)
- Update Bekasi (1)
Pages - Menu
[ Archives ]
-
▼
2013
(25)
-
▼
Juli
(13)
- Lirik Lagu Fatin Syidqia Lubis " Kekasihmu "
- Sepatah Kata
- Lirik Lagu JKT48 - BINGO
- Download Picsay Pro For Android apk
- Download Lagu JKT48
- Persib Imbang, toni sucipto Kecewa
- Aksi Sergio , Jadi Motivasi Pemain Lokal
- Dua Pelaku Curas Ditembak , Dua Kantor Polisi Diba...
- Akibat
- Ramos, pemain Spanyol bukan robot !
- Android 4,3 Usung Wifi Always On ?
- As Dikabarkan Sadap Kantor Uni Eropa,German Dan Pr...
- Mahasiswa Papua Tuntut Kemerdekaan
-
▼
Juli
(13)
0 komentar:
Posting Komentar