[B]KETIKA AMARAH HANYA KAU JADIKANS SEBAGAI NAPSU BELAKA
[URL=http://www.imagebam.com/image/3e64d6442675134][IMG]http://thumbnails114.imagebam.com/44268/3e64d6442675134.jpg[/IMG][/URL]
[/B][QUOTE]Jeng nanti kita kumpul ya , seperti biasa dan ditempat biasa [/QUOTE] Ucap Rini melalui WhatsApp nya .
[QUOTE]Baik Jeng Rini , nanti aku merapat kesana [/QUOTE] Balasku .
Ya disamping kegiatanku , Akupun aktif di perkumpulan Ibu-Ibu Centil di Kompek ku ini , biasanya disana kita banyak pembahasan mulai dari Aksi sosial sampai ke Urusan ranjang pun dibahas , namanya juga perempuan ya begini .
" Kamu kemana saja Mas ? Baru Pulang dan kabar pun baru sampai kemarin ? Tanyaku ketika Mas Far Membukakan Pintu Rumah .
Siang Ini aku menggunakan tanktop warna Hitam dan juga celana pendek sependek mungkin , tanpa mengenakan bra juga dibalik payudaraku . Bukan gak punya Bra tapi rasanya Bra itu sangat sesak dipayudaraku entah karena besarnya payudaraku atau karena memang kurang cocok dengan Bra nya , ya tapi kalaupun keluar rumah aku memakai bra masa ia .
" Habis ada Rapat dengan Clientku sayang , Mau menyelasikan kasus baru " Ucap Mas Far .
Siapa yang tak kenal Mas Farhat ? Ya Suami ku itu Pengacara Kondang yang sangat lah komersial dengan seluruh statemennya , bahkan akupun sering kena batunya . Sering sekali aku menyuruhnya untuk membuat statemen-statemen yang tidak penting ataupun mengundang amarah orang lain , tapi anehnya suami itu tak ada kapoknya walaupun sangat sering dilaporkan oleh oraang-orang disekitarnya karena sebuah statmen .
" Makan apa sayang ? " Tanya Mas Far kepadaku .
" Kenapa mengalihkan Pembicaraan ? kan aku lagi bertanya ? Pengacara kan ? Kenapa Mesti Mengelak ? " tanyaku .
Mas Far tidak menjawab pertanyaanku , ia malah pergi begitu saja ke dapur . Dapur yang kemarin acak-acakan sudah kurapihkan kembali , seluruh isi kulkas pun sudah terisi penuh , meskipun soal dapur tapi Mas Far begitu bawel dengan seisinya . soal pakaian pun aku di bawelin karena menurutnya istri yang sexy dirumah adalah istri yang akan mampu memuaskan hasrat suaminya . ya soal pakaian aku menurut saja , yang penting tidak ada orang lain dirumah ini .
" Kamu sudah mandi sayang ? Kok Masih Bau ? " Tanya kembali Mas Far .
Akhirnya Mas Far pun menjelaskan kenapa dia tak ngasih kabar dan sekalipun ngasih kabar hanya sedikit saja , menurutnya hp nya mati tapi jelas aku tidak percaya begitu saja , karena keyakinanku bahwasannya Pria tak akan pernah puas dengan hanya 1 Lobang saja . Akupun terus memberi pertanyaan-pertanyaan tentang kepergiannya kemarin .
Dengan hanya menengok ku Mas Far melanjutkan Makan Roti yang memang sudah tersedia di meja makan , Celana Ia turunkan sampai hanya celana dalam yang tersisa . Entah apa yang terpikir dibenak suami ku ini , itukan lagi makan kenapa mesti melorotkan celana sampai hanya celana dalam yang tersisa , tatapan matanya sangat tajam menelisik ke arah sembulan payudaraku . Tatapan-tatapan mesum yang penuh akan gairah dan napsu ! , bukan tatapan suami yang benar-benar menyayangi istrinya .
Dengan penuh kekesalan , Amarahku jelas Bergejolak semua pertanyaanku diacuhkannya jelas aku marah . Tanktop pun kubuka , celana pendek yang kupakai serta celana dalamnya kubuka sampai aku benar benar bugil didepannya . Langsung saja Roti itu kusingkirkan , selai dan yang lainnya kuusapi ke kedua payudaraku ini .
" KENAPAA MAS ? KAMU MAU INI ? INI NENEN KU DAN INI MEMEKKU ! MAU INIKAN HAH ? Tanyaku dengan nada yang sangat begitu kesal .
" INI MAS MEMEK BISA KAMU LIAT KAMU DENGAN MATAMU SENDIRI ! BISA LIAT GAK MAS ! " Kembali aku menggertaknya .
Mas Far hanya Menengokku , tanpa menjawab sebuah pertanyaanku .
" KAMU MAU NYARI MEMEK YANG LEBIH GURIH DARIKU MAS ? IA KAN MAS ? SILAHKAAAAAAN !! MEMEKKU INI MEMANG TAK TERASA BAGIMU MASS !!
"
Entah Apa yang aku pikirkan sampai aku benar-benar seperti sekarang , Amarah ku terus bergejolak . Air Mata pun turun dengan sendirinya , tapi tetap Mas Far tidak perduli akan Ucapanku ini . Vagina yang kulebarkan ini sudah sangat basah , sejujurnya aku pun malu seperti ini tapi Sikap dan Kelakuan Mas Far sudah membuatku jengah . Karena olesan tadi kedua payudaraku sangatlah dingin , dingin dan semakin lama samakin dingin . Akibatnya Kedua puting payudaraku semakin besar dan terus membesar . Rasa dingin pun menjalar keseluruh tubuhku bahkan sampai ke Vaginaku , sudah sangat basah .
Dengan tatapan Tajam Mas Far hanya melihat aksiku kali ini , tidak memainkan putingku ataupun Vaginaku ini .
" Oh kamu Minta jatah Kontolku toh ? " tanya Mas Far kepadaku .
Tanpa Babibu Mas Far langsung saja Mencaplok Payudaraku , Gigitan yang begitu Keras dihujamkan ke kedua putingku secara bergantian Mas Far Menggigit Putingku , Sosis yang Jumbo pun ia pegang . Sosis itu langsung ia masukkan ke Vaginaku , Tanpa memandang Air mataku yang keluar .
" Seperti ini kamu mas ? Hanya memandang Memekku saja tanpa memandang Air Mataku ! " Ucapku .
"Cetaaaaaaar "
Sebuah tamparan pun tanpa sengaja Keluar dari tanganku yang satuny , tapi anehnya tamparan itu tidak begitu ia perdulikan Mas Far tetap Mencoba memasukan Sosis Jumbo itu . Putingku Masih terus ia gigit sampai benar-benar perih dan semakin Perih .
" Bukannya Ini yang kamu Mau Hah ? " tanya Mas Far dengan nada yang ikut-ikutan tinggi .
Sosis itu kini sudah masuk sebagian , rasa penas dan napsu kembali menjalar ke seluruh bagian tubuhku . Dimasukkan dan dikeluarkan sampai berulang-ulang kali . Bukan hanya itu Sosis itu di jilati oleh Mas Far , lalu dimasukkan kembali Oleh Mas Far . Dibawah sana Penis Mas Far sudahlah sangat Menegang , setelah sosis itu keluar dan benar benar keluar aku pergi meninggalkan Mas Far , berlari menuju kamarku dan langsung menutup Pintunya Rapat-rapat dan kukunci pintu itu .
" JADIIIIII CINTAAAAAAMU SEBATAS NAPSU PADA TUBUHKUUU MASSS " Ucapku berteriak didalam kamar .
" KENAPA TAK MENCARI LONTE-LONTE PINGGIR JALAN SAJA MAS DARIPADA TUBUHKU ! " Ucapku .
Air mata yang menetes pun tak bisa kubendung , suaraku sudah berubah menjadi seseorang yang begitu kasar . Dan Hp kuambil untuk menghubungi jeng rini yang semoga ada dirumah untuk menuntaskan airmataku .
[QUOTE]Jeng dimana ? Aku mau Curhat ! [/QUOTE]
[CENTER]Air Mata
Sebisa mungkin ku bendung tapi kau tetap menetes
Tak perduli sebuah keadaan dimana engkau
Begitu cepat dan begitu banyak yang kau keluarkan
mata yang lebam akan menjadi saksi
kekejaman cinta memang sangatlah menyiksa
Siul siul mereka hanya akan mentertawaiku
Air Mata
Sampai kapankun kaulah Cerita nyata
Bukan tentang ranjang ataupun kepuasan
tapi
ini tentang sebuah kasih sayang dan cinta[/CENTER]
[QUOTE]Aku dirumah jeng , kerumah saja [/QUOTE]
Mendapat balasan seperti itu , akupun langsung mengambil baju dari lemariku , baju yang kupakai memang tidak terbuka . Bra dan Gstring kupakai berpaduan dengan kulitku yang putih , Rok nya kupakai seketak mungkin , karena memang tak akan ada garis celana dalam dirokku , rok nya berjenis belahan sampai ke pahanya . aku tak perduli dengan sebuah pandangan diluar ataupun Brondong-brondong yang memandang ku penuh napsu yang jelas aku butuh seorang untuk menuntaskan Air Mataku ini .
[QUOTE]Baik Jeng , aku kerumah sekarang juga :( [/QUOTE]
Setelah semua kelar , tas yang biasa kupakai pun kubawa . Didapur masih ada Masih ada Mas Far yang hanya menengokku dengan sosis tadi yang digunakan memasuki ke arah vaginaku , tanpa bertanya dan tanpa omongan itulah Mas Far .
" Creeeeeeeeeeeeek " Suara pintu yang kugebrakan dengan begitu kerasnya .
Mobil pun kukeluarkan dari garasi , tanpa dipanaskan ataupun keliling .
" GOOOOOOOOOOOBLOOOOOOOOOOOOOK SUAMI MACAMMM APA KAU INI MAS FAR !! " Ucapku didalam mobil .
Mobil pun mulai kubawa dengan penuh emosi , sambil terus membanting bantingkan tangan kearah stir atau bangku disebelahnya . Ucapan-ucapan kasar pun sangat banyak kukeluarkan dari mulutku , mungkin inilah emosi terbesarku . Baju yang kupakai memang rapih tapi jelas Tali Bra ku ini kemana , mana karena memang aku memakai bra yang berwarna merah . sepanjang perjalanan aku hanya memaki maki diriku sendiri dan juga Mas Far yang begitu Bodohnya membiarkan aku .
" WOIII BAWA MOBILL YANG BENER LU PIKIR JALAN INI JALAN ELU ! " Ucap seorang Pria yang hampir kutabrak .
Aku pun tak begitu memperdulikan omongan pria itu , mataku sudah sangat lebam kali ini . perjalanan yang biasa kulewati sangat terasa ramai hari ini , karena mungkin ini hari libur . Dari Rokku sangat begitu sexy bahkan G-string ku sampai mau kelihatan dari sini , belahan yang begitu panjang .
[CENTER]Kepuasan batin bukanlah tentang ranjang
kasih sayang sepenuhnyalah yang membuat semua kuat
kepuasan ranjang memanglah nikmat tapi tanpa kasih sayang
kepuasan ranjanga hanya akan ternoda
[/CENTER]
" TIIIT ... TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT "
Klakson kubunyikan ketika berada didepan rumah jeng rini , rumahnya sama besar bahkan melibihi rumahku . Didepan terdapat satu post jaga , dan juga dibelakang . Tak lama keluarlah sang satpam dengan membawa sebuah pentungan yang membukakan pintu gerbang , setelah dibuka akupun langsung memarkirkan begitu saja didekat garasi mobil jeng Rini ini .
" Ibu sudah ditunggu sama nyonya didalam " Ucap satpam kepadaku .
Akupun langsung masuk kedalam rumah , karena pintu rumah sudah terbuka dari tadi . Jeng rini sedang berada didalam menungguku sambil menonton acara gosip di salah satu stasiun televisi , makanan makanan ringan pun sudah tersedia disana . Biasa jeng rini nonton bareng john anak bungsungnya, tapi kali ini jeng rini pun sendirian .
" Kenapa sih Jeng , baru datang mata sudah lebam begitu ? Habis Berantem emangnya sama Mas Farhatmu ? " Tanya jeng Rini kepadaku .
Di belakang satpam sangat tajam menatapku , menatap seluruh bagian tubuhku dari atas sampai kebawah . sampai sampai aku benar benar mengetahui kalau satpam itu ngaceng akibat pakaianku . Tak lama aku disuruh duduk oleh jeng rini , dan dengan sendirinya satpam tadi menutup pintu dari luar rumah .
" Aku mau curhat jeng " Ucapku .
" Memang Body ku Ini kurang bagus yah jeng ? Kurang apanya jeng ? apanyaaaa ? Mas Far begitu Brutal terhadapku jeng sampai sampai aku disebut Lonte Olehnya , semalaman Mas Far tidak pulang kerumah , dan pulang pun bajunya bau minyak gadis gadis muda " Ucapku menjelaskan .
Jeng Rini pun menatapku tajam-tajam , lalu menyuruhku berdiri . Dan lalu disuruh memutar kekanan dan kekiri , memang jeng Rini adalah orang yang paling kutuakan diantara ibu-ibu perkumpulan kami . payudara ku pegang tepat didepan jeng rini , karena aku menyangka tidak ada anaknya dirumah terkecuali satpam yang berada diluar .
" tidak ada yang kurang , hanya orang bodoh yang tidak bernafsu terhadapmu jeng " Ucap jeng Rini .
Mendengar seperti itu , pikiran sedikit tenang kalau memang seperti itu Berarti Mas Far yang cukup Bodoh menggunakan badanku hanya untuk kepuasan Ranjangnya saja . Dan gadis gadis muda penghibur Mas Far pun belum tentu bisa ngempot ayam sepertiku , bahkan bisa memuaskan Mas Far setiap Hari .
Aku lantas menjelaskan keluhanku kepada jeng Rini , Panjang Lebar dan Padat seperti payudaraku dan Leherku . Mendengar perkataanku Jeng Rini hanyalah tertawa dan semakin tertawa berbeda dengan aku yang menyelesaikan dengan sebuah Air Mata . Bukan hanya itu , Jeng Rini pun ikut-ikut memegang kedua payudaraku ini .
" Siapapun pasti Bernafsu terhadapmu jeng , yang tidak bernafsu berarti Bodoh " Tambah Jeng Rini .
[CENTER]Ini Bukanlah tentang Napsu
Tapi tentang Kasih sayang dan Perasaan
Siapapun Pasti Cemburu ketika suaminya pergi dan tak ada Kabar
Aku tak mengerti apa yang ada dipikirannya [/CENTER]
Keluhanku sedikit demi sedikit mulai terjawab , masalahku mulai sampai ke akarnya . Semua permasalahan dijawab dengan tepat dan jelas oleh Jeng Rini , tapi belaian Jeng Rini tadi membuatku sedikit bernafas lega , rasa dingin itu mulai menyeruak ke seluruh payudaraku . Vaginaku sangatlah gatal kalau membayangkan sosis tadi , lebih baik aku dipuaskan dengan sosis daripada dipuaskan dengan orang bejat dan brutal seperti Mas Far .
" Jeng aku kekamar Mandi dulu " Ucapku .
Jeng Rini pun mempersilahkan aku kekamar mandi , kebelet pipis ? tidak ! aku kebelet ingin menggaruk seleruh vaginaku . Dan ini kenekatanku akibat Mas Far , setelah masuk kekamar mandi aku langsung saja berjongkok . Didalam tas memang sudah ada Dildo yang selalu kubawa kemana-mana , karena didalam tas sudah ada tempat khusus .
G-String langsung kusingkirkan tanpa melepas Rok , tanganku langsung kususupkan kebalik bajuku menggapai payudaraku yang sudah sangat gatal .
Anda sedang membaca artikel tentang sdsdsda dan anda bisa menemukan artikel sdsdsda ini dengan url https://ronisetiawan33.blogspot.com/2015/10/sdsdsda.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel sdsdsda ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link sdsdsda sumbernya.
[URL=http://www.imagebam.com/image/3e64d6442675134][IMG]http://thumbnails114.imagebam.com/44268/3e64d6442675134.jpg[/IMG][/URL]
[/B][QUOTE]Jeng nanti kita kumpul ya , seperti biasa dan ditempat biasa [/QUOTE] Ucap Rini melalui WhatsApp nya .
[QUOTE]Baik Jeng Rini , nanti aku merapat kesana [/QUOTE] Balasku .
Ya disamping kegiatanku , Akupun aktif di perkumpulan Ibu-Ibu Centil di Kompek ku ini , biasanya disana kita banyak pembahasan mulai dari Aksi sosial sampai ke Urusan ranjang pun dibahas , namanya juga perempuan ya begini .
" Kamu kemana saja Mas ? Baru Pulang dan kabar pun baru sampai kemarin ? Tanyaku ketika Mas Far Membukakan Pintu Rumah .
Siang Ini aku menggunakan tanktop warna Hitam dan juga celana pendek sependek mungkin , tanpa mengenakan bra juga dibalik payudaraku . Bukan gak punya Bra tapi rasanya Bra itu sangat sesak dipayudaraku entah karena besarnya payudaraku atau karena memang kurang cocok dengan Bra nya , ya tapi kalaupun keluar rumah aku memakai bra masa ia .
" Habis ada Rapat dengan Clientku sayang , Mau menyelasikan kasus baru " Ucap Mas Far .
Siapa yang tak kenal Mas Farhat ? Ya Suami ku itu Pengacara Kondang yang sangat lah komersial dengan seluruh statemennya , bahkan akupun sering kena batunya . Sering sekali aku menyuruhnya untuk membuat statemen-statemen yang tidak penting ataupun mengundang amarah orang lain , tapi anehnya suami itu tak ada kapoknya walaupun sangat sering dilaporkan oleh oraang-orang disekitarnya karena sebuah statmen .
" Makan apa sayang ? " Tanya Mas Far kepadaku .
" Kenapa mengalihkan Pembicaraan ? kan aku lagi bertanya ? Pengacara kan ? Kenapa Mesti Mengelak ? " tanyaku .
Mas Far tidak menjawab pertanyaanku , ia malah pergi begitu saja ke dapur . Dapur yang kemarin acak-acakan sudah kurapihkan kembali , seluruh isi kulkas pun sudah terisi penuh , meskipun soal dapur tapi Mas Far begitu bawel dengan seisinya . soal pakaian pun aku di bawelin karena menurutnya istri yang sexy dirumah adalah istri yang akan mampu memuaskan hasrat suaminya . ya soal pakaian aku menurut saja , yang penting tidak ada orang lain dirumah ini .
" Kamu sudah mandi sayang ? Kok Masih Bau ? " Tanya kembali Mas Far .
Akhirnya Mas Far pun menjelaskan kenapa dia tak ngasih kabar dan sekalipun ngasih kabar hanya sedikit saja , menurutnya hp nya mati tapi jelas aku tidak percaya begitu saja , karena keyakinanku bahwasannya Pria tak akan pernah puas dengan hanya 1 Lobang saja . Akupun terus memberi pertanyaan-pertanyaan tentang kepergiannya kemarin .
Dengan hanya menengok ku Mas Far melanjutkan Makan Roti yang memang sudah tersedia di meja makan , Celana Ia turunkan sampai hanya celana dalam yang tersisa . Entah apa yang terpikir dibenak suami ku ini , itukan lagi makan kenapa mesti melorotkan celana sampai hanya celana dalam yang tersisa , tatapan matanya sangat tajam menelisik ke arah sembulan payudaraku . Tatapan-tatapan mesum yang penuh akan gairah dan napsu ! , bukan tatapan suami yang benar-benar menyayangi istrinya .
Dengan penuh kekesalan , Amarahku jelas Bergejolak semua pertanyaanku diacuhkannya jelas aku marah . Tanktop pun kubuka , celana pendek yang kupakai serta celana dalamnya kubuka sampai aku benar benar bugil didepannya . Langsung saja Roti itu kusingkirkan , selai dan yang lainnya kuusapi ke kedua payudaraku ini .
" KENAPAA MAS ? KAMU MAU INI ? INI NENEN KU DAN INI MEMEKKU ! MAU INIKAN HAH ? Tanyaku dengan nada yang sangat begitu kesal .
" INI MAS MEMEK BISA KAMU LIAT KAMU DENGAN MATAMU SENDIRI ! BISA LIAT GAK MAS ! " Kembali aku menggertaknya .
Mas Far hanya Menengokku , tanpa menjawab sebuah pertanyaanku .
" KAMU MAU NYARI MEMEK YANG LEBIH GURIH DARIKU MAS ? IA KAN MAS ? SILAHKAAAAAAN !! MEMEKKU INI MEMANG TAK TERASA BAGIMU MASS !!
"
Entah Apa yang aku pikirkan sampai aku benar-benar seperti sekarang , Amarah ku terus bergejolak . Air Mata pun turun dengan sendirinya , tapi tetap Mas Far tidak perduli akan Ucapanku ini . Vagina yang kulebarkan ini sudah sangat basah , sejujurnya aku pun malu seperti ini tapi Sikap dan Kelakuan Mas Far sudah membuatku jengah . Karena olesan tadi kedua payudaraku sangatlah dingin , dingin dan semakin lama samakin dingin . Akibatnya Kedua puting payudaraku semakin besar dan terus membesar . Rasa dingin pun menjalar keseluruh tubuhku bahkan sampai ke Vaginaku , sudah sangat basah .
Dengan tatapan Tajam Mas Far hanya melihat aksiku kali ini , tidak memainkan putingku ataupun Vaginaku ini .
" Oh kamu Minta jatah Kontolku toh ? " tanya Mas Far kepadaku .
Tanpa Babibu Mas Far langsung saja Mencaplok Payudaraku , Gigitan yang begitu Keras dihujamkan ke kedua putingku secara bergantian Mas Far Menggigit Putingku , Sosis yang Jumbo pun ia pegang . Sosis itu langsung ia masukkan ke Vaginaku , Tanpa memandang Air mataku yang keluar .
" Seperti ini kamu mas ? Hanya memandang Memekku saja tanpa memandang Air Mataku ! " Ucapku .
"Cetaaaaaaar "
Sebuah tamparan pun tanpa sengaja Keluar dari tanganku yang satuny , tapi anehnya tamparan itu tidak begitu ia perdulikan Mas Far tetap Mencoba memasukan Sosis Jumbo itu . Putingku Masih terus ia gigit sampai benar-benar perih dan semakin Perih .
" Bukannya Ini yang kamu Mau Hah ? " tanya Mas Far dengan nada yang ikut-ikutan tinggi .
Sosis itu kini sudah masuk sebagian , rasa penas dan napsu kembali menjalar ke seluruh bagian tubuhku . Dimasukkan dan dikeluarkan sampai berulang-ulang kali . Bukan hanya itu Sosis itu di jilati oleh Mas Far , lalu dimasukkan kembali Oleh Mas Far . Dibawah sana Penis Mas Far sudahlah sangat Menegang , setelah sosis itu keluar dan benar benar keluar aku pergi meninggalkan Mas Far , berlari menuju kamarku dan langsung menutup Pintunya Rapat-rapat dan kukunci pintu itu .
" JADIIIIII CINTAAAAAAMU SEBATAS NAPSU PADA TUBUHKUUU MASSS " Ucapku berteriak didalam kamar .
" KENAPA TAK MENCARI LONTE-LONTE PINGGIR JALAN SAJA MAS DARIPADA TUBUHKU ! " Ucapku .
Air mata yang menetes pun tak bisa kubendung , suaraku sudah berubah menjadi seseorang yang begitu kasar . Dan Hp kuambil untuk menghubungi jeng rini yang semoga ada dirumah untuk menuntaskan airmataku .
[QUOTE]Jeng dimana ? Aku mau Curhat ! [/QUOTE]
[CENTER]Air Mata
Sebisa mungkin ku bendung tapi kau tetap menetes
Tak perduli sebuah keadaan dimana engkau
Begitu cepat dan begitu banyak yang kau keluarkan
mata yang lebam akan menjadi saksi
kekejaman cinta memang sangatlah menyiksa
Siul siul mereka hanya akan mentertawaiku
Air Mata
Sampai kapankun kaulah Cerita nyata
Bukan tentang ranjang ataupun kepuasan
tapi
ini tentang sebuah kasih sayang dan cinta[/CENTER]
[QUOTE]Aku dirumah jeng , kerumah saja [/QUOTE]
Mendapat balasan seperti itu , akupun langsung mengambil baju dari lemariku , baju yang kupakai memang tidak terbuka . Bra dan Gstring kupakai berpaduan dengan kulitku yang putih , Rok nya kupakai seketak mungkin , karena memang tak akan ada garis celana dalam dirokku , rok nya berjenis belahan sampai ke pahanya . aku tak perduli dengan sebuah pandangan diluar ataupun Brondong-brondong yang memandang ku penuh napsu yang jelas aku butuh seorang untuk menuntaskan Air Mataku ini .
[QUOTE]Baik Jeng , aku kerumah sekarang juga :( [/QUOTE]
Setelah semua kelar , tas yang biasa kupakai pun kubawa . Didapur masih ada Masih ada Mas Far yang hanya menengokku dengan sosis tadi yang digunakan memasuki ke arah vaginaku , tanpa bertanya dan tanpa omongan itulah Mas Far .
" Creeeeeeeeeeeeek " Suara pintu yang kugebrakan dengan begitu kerasnya .
Mobil pun kukeluarkan dari garasi , tanpa dipanaskan ataupun keliling .
" GOOOOOOOOOOOBLOOOOOOOOOOOOOK SUAMI MACAMMM APA KAU INI MAS FAR !! " Ucapku didalam mobil .
Mobil pun mulai kubawa dengan penuh emosi , sambil terus membanting bantingkan tangan kearah stir atau bangku disebelahnya . Ucapan-ucapan kasar pun sangat banyak kukeluarkan dari mulutku , mungkin inilah emosi terbesarku . Baju yang kupakai memang rapih tapi jelas Tali Bra ku ini kemana , mana karena memang aku memakai bra yang berwarna merah . sepanjang perjalanan aku hanya memaki maki diriku sendiri dan juga Mas Far yang begitu Bodohnya membiarkan aku .
" WOIII BAWA MOBILL YANG BENER LU PIKIR JALAN INI JALAN ELU ! " Ucap seorang Pria yang hampir kutabrak .
Aku pun tak begitu memperdulikan omongan pria itu , mataku sudah sangat lebam kali ini . perjalanan yang biasa kulewati sangat terasa ramai hari ini , karena mungkin ini hari libur . Dari Rokku sangat begitu sexy bahkan G-string ku sampai mau kelihatan dari sini , belahan yang begitu panjang .
[CENTER]Kepuasan batin bukanlah tentang ranjang
kasih sayang sepenuhnyalah yang membuat semua kuat
kepuasan ranjang memanglah nikmat tapi tanpa kasih sayang
kepuasan ranjanga hanya akan ternoda
[/CENTER]
" TIIIT ... TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT "
Klakson kubunyikan ketika berada didepan rumah jeng rini , rumahnya sama besar bahkan melibihi rumahku . Didepan terdapat satu post jaga , dan juga dibelakang . Tak lama keluarlah sang satpam dengan membawa sebuah pentungan yang membukakan pintu gerbang , setelah dibuka akupun langsung memarkirkan begitu saja didekat garasi mobil jeng Rini ini .
" Ibu sudah ditunggu sama nyonya didalam " Ucap satpam kepadaku .
Akupun langsung masuk kedalam rumah , karena pintu rumah sudah terbuka dari tadi . Jeng rini sedang berada didalam menungguku sambil menonton acara gosip di salah satu stasiun televisi , makanan makanan ringan pun sudah tersedia disana . Biasa jeng rini nonton bareng john anak bungsungnya, tapi kali ini jeng rini pun sendirian .
" Kenapa sih Jeng , baru datang mata sudah lebam begitu ? Habis Berantem emangnya sama Mas Farhatmu ? " Tanya jeng Rini kepadaku .
Di belakang satpam sangat tajam menatapku , menatap seluruh bagian tubuhku dari atas sampai kebawah . sampai sampai aku benar benar mengetahui kalau satpam itu ngaceng akibat pakaianku . Tak lama aku disuruh duduk oleh jeng rini , dan dengan sendirinya satpam tadi menutup pintu dari luar rumah .
" Aku mau curhat jeng " Ucapku .
" Memang Body ku Ini kurang bagus yah jeng ? Kurang apanya jeng ? apanyaaaa ? Mas Far begitu Brutal terhadapku jeng sampai sampai aku disebut Lonte Olehnya , semalaman Mas Far tidak pulang kerumah , dan pulang pun bajunya bau minyak gadis gadis muda " Ucapku menjelaskan .
Jeng Rini pun menatapku tajam-tajam , lalu menyuruhku berdiri . Dan lalu disuruh memutar kekanan dan kekiri , memang jeng Rini adalah orang yang paling kutuakan diantara ibu-ibu perkumpulan kami . payudara ku pegang tepat didepan jeng rini , karena aku menyangka tidak ada anaknya dirumah terkecuali satpam yang berada diluar .
" tidak ada yang kurang , hanya orang bodoh yang tidak bernafsu terhadapmu jeng " Ucap jeng Rini .
Mendengar seperti itu , pikiran sedikit tenang kalau memang seperti itu Berarti Mas Far yang cukup Bodoh menggunakan badanku hanya untuk kepuasan Ranjangnya saja . Dan gadis gadis muda penghibur Mas Far pun belum tentu bisa ngempot ayam sepertiku , bahkan bisa memuaskan Mas Far setiap Hari .
Aku lantas menjelaskan keluhanku kepada jeng Rini , Panjang Lebar dan Padat seperti payudaraku dan Leherku . Mendengar perkataanku Jeng Rini hanyalah tertawa dan semakin tertawa berbeda dengan aku yang menyelesaikan dengan sebuah Air Mata . Bukan hanya itu , Jeng Rini pun ikut-ikut memegang kedua payudaraku ini .
" Siapapun pasti Bernafsu terhadapmu jeng , yang tidak bernafsu berarti Bodoh " Tambah Jeng Rini .
[CENTER]Ini Bukanlah tentang Napsu
Tapi tentang Kasih sayang dan Perasaan
Siapapun Pasti Cemburu ketika suaminya pergi dan tak ada Kabar
Aku tak mengerti apa yang ada dipikirannya [/CENTER]
Keluhanku sedikit demi sedikit mulai terjawab , masalahku mulai sampai ke akarnya . Semua permasalahan dijawab dengan tepat dan jelas oleh Jeng Rini , tapi belaian Jeng Rini tadi membuatku sedikit bernafas lega , rasa dingin itu mulai menyeruak ke seluruh payudaraku . Vaginaku sangatlah gatal kalau membayangkan sosis tadi , lebih baik aku dipuaskan dengan sosis daripada dipuaskan dengan orang bejat dan brutal seperti Mas Far .
" Jeng aku kekamar Mandi dulu " Ucapku .
Jeng Rini pun mempersilahkan aku kekamar mandi , kebelet pipis ? tidak ! aku kebelet ingin menggaruk seleruh vaginaku . Dan ini kenekatanku akibat Mas Far , setelah masuk kekamar mandi aku langsung saja berjongkok . Didalam tas memang sudah ada Dildo yang selalu kubawa kemana-mana , karena didalam tas sudah ada tempat khusus .
G-String langsung kusingkirkan tanpa melepas Rok , tanganku langsung kususupkan kebalik bajuku menggapai payudaraku yang sudah sangat gatal .
0 komentar:
Posting Komentar